Sunday, July 10, 2011

47 - ps i love you

~ dia takut; takut menghadapi kematian, takut membayangkan apa yang terjadi pada dirinya, dan takut meinggalkan Holly. Holly-lah yang paling tahu apa yang harus dikatakan agar dia tenang dan rasa sakitnya berkurang. Holly sangat tabah; dia ibarat batu karang yang kokoh tempatnya berpijak, dan Gerry tidak bisa membayangkan hidup tanpa Holly. Tapi dia tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena justru Holly yang harus hidup tanpa dia. Gerry merasa marah, sedih, cemburu, sekaligus takut, campur aduk menjadi satu. Dia ingin terus bersama Holly, mewujudkan semua harapan dan janji yang pernah mereka ikrarkan bersama, dan sekarang dia berjuang keras demi mendapatkan haknya itu. Tapi dia tahu, dia akan kalah. Setelah 2x menjalani operasi, tumor itu muncul kembali, dan menyebar dengan cepat. Ingin benar rasanya Gerry merogohkan tangan ke dalam kepala dan merenggut penyakit yang menghancurkan hidupnya ini, tapi tentu saja itu tidak bisa dia lakukan.Hubungnnya dengan Holly semakin dekat dalam beberapa bulan terakhir ini, dan meski Gerry tahu itu tidak baik bagi Holly, dia merasa tidak sanggup berjauhan dengan istrinya. Dia menikmati obrolan kecil mereka di pagi hari dan mereka akan terkikik-kikik seperti remaja. Tapi itu hanya mungkin terjadi bila kondisi kesehatannya sedang membaik.Ada kalanya kondisi kesehatannya merosot drastis ~

No comments:

Post a Comment